Alasan Karyawan Resign Dari Pekerjaan

Credit Photo: Freepik

Awal tahun baru atau setelah hari raya Idul Fitri biasanya akan banyak karyawan yang resign atau mengundurkan diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Sebenarnya alasan mereka mengundurkan diri setelah hari raya agar bisa mendapatkan THR atau tunjangan hari raya terlebih dahulu. Meskipun ada beberapa karyawan yang memilih resign tanpa harus menerima THR.

Jika ditanyat mengapa karyawan memilih untuk resign maka penyebabnya pun bermacam-macam. Keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan bukanlah hal yang sepele namun sudah melalui pertimbangan yang matang. Meskipun demikian juga ada kok karyawan yang memilih resign terburu-buru tanpa pemikiran yang matang.

Dibalik setiap resign, terdapat berbagai alasan kompleks yang melatarbelakanginya karyawan mengambil keputusan tersebut. Memahami alasan-alasan ini sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan retensi karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Berikut beberapa alasan utama karyawan resign, antara lain:
  • Ketidakpuasan terhadap Gaji dan Tunjangan
Ada karyawan yang beranggapan gaji yang diterima dianggap tidak sebanding dengan beban kerja yang harus dilakukan setiap hari. Lalu perusahaan menaikkan gaji karyawan yang  tidak sesuai dengan ekspektasi. Selain itu juga kurang adanya tunjangan dan benefit lainnya yang menarik serta memotivasi karyawan.
  • Kurangnya Peluang Pengembangan Karir
Terkadang ada perusahaan yang tidak memberikan jalur karir yang jelas untuk para karyawan. Misalnya saja pada perusahaan keluarga. Selain itu pula kurangnya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru yang bisa didapat para karyawan. Perusahaan juga terkadang tidak peka bahwa karyawan pun butuh pengembangan skill.

  • Beban Kerja yang Berlebihan
Biasanya perusahaan skala kecil sampai menengah selalu berharap akan loyalitas karyawan sehingga terjadi jam kerja yang terlalu panjang dan tidak seimbang dengan waktu istirahat. Selain itu juga banyaknya tugas yang menumpuk dan tidak realistis bagi karyawan.
  • Lingkungan Kerja yang Tidak Kondusif
Kalau jaman now bisa dibilang lingkungan kerja yang toxic sehingga membuat karyawan memutuskan untuk resign. Hubungan yang buruk karyawan dengan atasan atau rekan kerja memicu pengunduran diri dari karyawan. Adanya budaya kerja yang tidak sehat seperti misalnya di perusahaan keluarga yang cenderung melindungi karyawan yang punya hubungan keluarga membuat karyawan lain menjadi iri karena dianggap tidak adil.
  • Mendapatkan Tawaran yang Lebih Baik
Biasanya seorang karyawan yang merasa tidak puas bekerja di perusahaan yang sekarang, akan berusaha mencari pekerjaan lain. Jika diterima bekerja dengan gaji dan benefit yang lebih tinggi, maka karyawan akan segera memutuskan resign. Peluang karir yang lebih menjanjikan didukung oleh lingkungan kerja yang supportif terkadang menjadi alasan utama seorang karyawan memilih pindah bekerja.

Dampak resignnya karyawan tentu saja mempengaruhi suatu perusahaan meskipun tak jarang ada perusahaan yang tetap bisa berjalan normal apabila satu atau dua karyawannya resign. Adapun dampak resignnya karyawan terhadap perusahaan antara lain:
  • Meningkatnya biaya merekrut tenaga kerja baru. Perusahaan harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mencari dan merekrut karyawan baru.
  • Penurunan produktivitas kerja dimana dengan kehilangan karyawan berpengalaman dapat mengganggu kinerja tim dan menurunkan produktivitas perusahaan.
  • Berpengaruh pada reputasi perusahaan dimana tingkat resign yang tinggi dapat memberikan kesan negatif tentang perusahaan di mata calon karyawan yang ingin melamar kerja.
Untuk mencegah karyawan resign, perusahaan perlu melakukan beberapa upaya antara lain:
  • Memberikan peluang pengembangan karir dengan mengadakan pelatihan dan program pengembangan untuk membantu karyawan meningkatkan keterampilan serta wawasan mereka.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang positif dimana pimpinan berusaha untuk memangun hubungan yang baik dengan bawahan, dan tidak membuat perbedaan dengan karyawan lain yang  mungkin punya hubungan keluarga dengan pimpinan.
  • Memberikan apresiasi dan penghargaan atas kontribusi karyawan pada pekerjaan yang mereka lakukan.
  • Menyediakan kompensasi yang kompetitif dimana hal tersebut dapat meningkatkan semangat serta kinerja karyawan.

Kesimpulan

Resign merupakan masalah kompleks yang melibatkan berbagai faktor. Dengan memahami alasan-alasan di balik resign, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mempertahankan karyawan berbakat dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Posting Komentar untuk "Alasan Karyawan Resign Dari Pekerjaan"